Minggu, 25 November 2012

bumi and pengertian geografi



                                                                                    
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Bumi adalah sebuah planet yang menjadi tempat dimana manusia, hewan, dan tumbuhan bisa hidup dan bertempat tinggal. Namun tentunya mereka tidak hanya bermodal tubuh untuk bisa hidup dan bertempat tinggal. Mereka membutuhkan banyak pendukung untuk bisa mencapai itu.
Manusia, hewan, dan tumbuhan bersifat saling membutuhkan yang akhirnya akan terjadi proses kerja sama atau interaksi serta penyesuaian diri sebagai alat pendukung  lahiriah yang bersifat sosial untuk mereka bisa bertahan hidup, berkembang biak, dan bertempat tinggal dengan aman, tentram, dan damai.
Selain alat pendukung lahiriah bersifat yang bersifat social berupa kerja sama dan saling berinteraksi tersebut di atas, dibutuhkan juga alat pendukung yang lain berupa sumber daya alam. Dengan adanya sumber daya alam yang mencukupi dan berpotensi, makhluk hidup di bumi yang indah ini akan bisa bertahan hidup dengan baik.
Namun, kita sebagai manusia, makhluk hidup yang diberi kelebihan berupa akal pikiran tidak seharusnya hanya bisa menggunakan sumber daya alam tersebut. Yang lebih penting kita lakukan adalah melestarikan, dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada tersebut agar tetap lestari, terjaga dengan baik, dan tetap bisa kita digunakan untuk memenuhi kebutuhan kita, untuk menunjang kehidupan kita.
Lalu, bagaimana cara kita melestarikan dan menjaga sumber daya alam tersebut?
Sebelum kita melakukan kegiatan pelestarian tersebut, tentunya kita harus terlebih dahulu mengetahui serta mempelajari apa yang akan dan harus kita lestarikan. Bukan  hanya itu, kita juga harus mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan alam, termasuk mengenai bentuk-bentuk alam sebagai ruang dimana manusia, hewan, tumbuhan tinggal dan sumber daya alam ada.
Dalam kaitannya dengan hal tersebut, ilmu yang berhubungan dan bisa membantu kita mempelajari alam serta bentuk-bentuk ruang alam itu sendiri adalah ilmu geografi.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis akan membahas masalah ilmu geografi tetapi akan memusatkan pembahasan pada pengertian, ruang lingkup, dan tujuan geografi.


B.     Perumusan Masalah

Untuk membantu agar pembahasan nanti lebih terarah, penulis merumuskan permasalahan, sebagai berikut:
1.      Apa pengertian dari ilmu geografi?
2.      Apa saja aspek yang ada dalam ilmu geografi?
3.      Apa saja ruang lingkup ilmu geografi itu?
4.      Apa saja objek kajian dalam ilmu geografi?
5.      Geografi sebagai sebuah ilmu pastinya mempunyai cabang ilmu-ilmu lain, lalu apa saja cabang ilmu geografi itu?
6.      Apa tujuan pembelajaran ilmu geografi?

7.       
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Geografi

Secara bahasa, geografi berasal dari bahasa Yunani dari kata geo yang berarti bumi dan graphien yang berarti gambaran.
Jadi, secara etimologi dapat diartikan bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang gambaran bumi.[1]
Perumusan definisi geografi mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan kemajuan peradaban manusia dalam memandang bumi. Oleh karena itu, banyak geograf yang mendefinisikan geografi dengan berbagai latar belakang dan alasan masing-masing.
a.       Immanuel Kant (1724-1821).
Geografi adalah ilmu yang objek studinya adalah benda-benda, hal-hal atau gejala-gejala yang tersebar dalam wilayah di permukaan bumi.
b.      Karl Ritter (1779-1859).
Geografi merupakan suatu telaah tentang bumi sebagai tempat hidup manusia.
c.       Elsworth Huntington (1876-1947).
Dalam bukunya (The Pulse of The Earth), geografi adalah study tentang fenomena permukaan bumi beserta penduduk yang menghuninya.
d.      Halford Mackinder (1861-1947).
Geografi adalah ilmu yang fungsi utamanya menyelidiki interaksi manusia dalam masyarakat dengan lingkungan yang berbeda menurut lokasinya.
e.       R. Bintarto.
Geografi adalah menciptakan, menerangkan sifat-sifat bumi, menganalisis gejala-gejala alam dan penduduk, serta mempelajari corak yang khas tentang kehidupan dari unsur-unsur bumi dalam ruang dan waktu.
f.       Hasil rumusan dalam Seminar Lokakarya Ikatan Geograf Indonesia (IGI) di Semarang tahun 1988 dan dalam Garis-garis Besar Program Pengajaran Mata Pelajaran Geografi Kurikulum 1994 (GBPP 1994).
Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan atau kelingkungan dalam konteks keruangan.

Walaupun dari beberapa pengertian di atas mengalami perubahan-perubahan tetapi tampak adanya persamaan dari pandangan para ahli tersebut, yaitu dalam hal mengkaji:
1.      Bumi sebagai tempat tinggal manusia.
2.      Interaksi manusia dengan lingkungannya.
3.      Dimensi ruang dan dimensi historisnya.
4.      Pendekatan, yaitu:

Ø  Pendekatan spasial (keruangan).
Pendekatan ini mendasarkam pada perbedaan lokasi dan sifat-sifat pentingnya, seperti perbedaan struktur, pola, dan proses.
Struktur keruangan terkait dengan elemen pembentuk ruang itu sendiri yang berupa kenampakan titik, garis, dan area. Dengan demikian, dalam pendekatan keruangan dibutuhkan data lokasi yang meliputi data titik, data garis, dan data area.
Contoh: ketinggian tempat, jenis tanah, perbatasan wilayah, jalur transportasi, dll.
Ø  Pendekatan ekologi (kelingkungan).
Pendekatan ini didasari oleh interaksi organism dengan lingkungannya. Organisme tersebut meliputi manusia, hewan, dan tumbuhan. Lingkungan meliputi litosfer, hidrosfer, dan atmosfer.
Pada dasarnya lingkungan geografi memiliki dua sisi, yaitu perilaku dan fenomena lingkungan. Sisi perilaku mencakup dua aspek, yaitu pengembangan gagasan dan kesadaran lingkungan. Interelasi dari dua aspek inilah yang menjadi ciri khas dari pendekatan ekologi.
Ø  Pendekatan region (kompleks wilayah / kewilayahan).
Pendekatan ini didasari oleh kombinasi antara pendekatan keruangan dengan pendekatan kelingkungan. Pendekatan kompleks wilayah ini menekankan pada pengertian diferensiasi areal, yaitu adanya perbedaan karakteristik pada tiap-tiap wilayah. Perbedaan ini mendorong suatu wilayah untuk berinteraksi dengan wilayah yang lain sehingga dapat terwujud sebuah perkembangan pada wilayah yang saling berinteraksi tersebut.[2]

B.     Aspek Geografi
 
Kajian ilmu geografi mempunyai ruang lingkup yang luas sehingga disiplin ilmu lainnya banyak yang berkaitan dengan geografi. Keterkaitan geografi dengan disiplin ilmu lainnya dapat dibedakan menurut aspek fisik dan aspek sosial. Aspek fisik meliputi aspek kimiawi, biologis, astronomis, dan semua fenomena alam yang secara langsung dapat diamati. Aspek sosial meliputi aspek antropologis, politis, ekonomis, dan aspek yang berhubungan dengan pola hidup manusia.
Kedua aspek dalam geografi ini menjadi dasar pembagian ilmu geografi menjadi dua cabang utama, yaitu:

a.       Geografi fisik ( physical geography )
Geografi fisik ini mempelajari bentang alam fisik bumi, misalnya gunung, dataran rendah, sungai, danau, batuan, air, mineral, cuaca, tumbuhan, hewan.
Geografi fisik menjelaskan penyebaran kenampakan alam yang bervariasi serta mencari jawaban tentang pembentukan dan perubahannya dari kenampakan masa lalu.
b.      Geografi manusia atau sosial ( human geography).
Geografi manusia atau sosial ini mempelajari sosial, politik, ekonomi, dan budaya (bentang lahan manusia), misalnya komponen-komponen buatan manusia seperti jalan, saluran air, pemukiman, pusat kegiatan dan bangunan.
Geografi manusia mendeskripsikan dan menjelaskan pola-pola kenampakan manusia dan kegiatannya, serta meneliti hubungan antara manusia dan lingkungannya.[3]

Hubungan geografi dengan aspek ilmu lainnya melahirkan ilmu-ilmu baru. Hubungan itu bersifat timbale balik secara intensif. Misalnya:
Geografi + biologi = biogeografi
Geografi + antropologi = antropogeografi
Geografi + fisika = geofisika
Dan lain sebagainya.

C.    Ruang Lingkup Geografi

Ruang lingkup kajian geografi terdiri atas tiga hal ( Rhoads Murphy: The Scope of Geography ) :
a.       Persebaran dan keterkaitan ( relasi ) manusia di bumi serta aspek keruangan dan pemanfaatannya bagi tempat hidup manusia.
b.      Hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan fisik alam yang merupakan bagian dari kajian keanekaragaman wilayah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar